Maraknya Bisnis Esek-Esek PSK Asing di Kota Batam

Bisnis esek-esek batam
Ilustrasi
Kota Batam sebagai kota industri, pada malam hari banyak menyuguhkan sensasi bagi mereka yang haus akan kehidupan malam. Pilihannya sangat beragam mulai darii panti pijat, karaoke, club malam, maupun disktotik. Kehidupan malam di kota Batam sepertinya tidak lepas dari wisata esek-esek. bahkan, perkembangan wisata hiburan malam seperti surga bagi pencari kepuasan syahwat. Pengunjungnyapun beragam, mulai dari wisatawan asal Indonesia sendiri hingga turi dari negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Di kawasan Nagoya dan Jodoh terdapat banyak tempat hiburan malam, di salah satu kawasan yang dijuluki "Kampung Bule" para pengunjung bisa menemukan berbagai tempat hiburan yang berdiri megah mulai dari pub dan night club, diskotik hingga panti pijat. Pada malam hari, tempat-tempa itu dipenuhi oleh pengunjung an para wanita penghibur. 

Pengunjung yang datang ke kawasan inipun berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari kalangan pengusaha, pegawai swasta, hingga para ekspatriat yang banyak terlihat di setiap tempat di kawasan ini. YE salah satu pengunjung yang sempat ditemui Forum, disalah satu tempat hiburan malah di kawasan Nagoya menuturkan, secara umum para tamu yang berkunjung ke tempat hiburan itu awalnya hanya sebagas minum-minum sambil mendengarkan alunan live musik. Disaat santai inilah biasanya para tamu ditawari wanita penghibur oleh mucikari.

Peran perempuan penghibur ini bukan hanya sebatas menemani tamu, mereka juga bisa diajak kencan guna melepas gairah syahwat bagi pria yang membutuhkannya. Biasanya para mucikari itu akan mewanarkan para tamu untuk memilih jasa layanan wanita lokal atau wanita impor. Dikawasan ini PSK lokal diistilakana dengan sebutal "pecel" sedangkan PSK impor disebut "kwe tiau".

Bisnis prostitusi berkedok usaha hiburan sudah menjadi pemandangan umum di kawasan nagoya dan Jodoh. Para PSK asing biasanya berasal dari beberapa negara seperti Filipina, Vietnam, China (Cungkok), Maroko, Uzbekistan dan Rusia.

YE menyebut, tarif yang dibandrol mulai dari Rp. 2,5 juta hingga Rp. 5 Juta. Tarif itu tergantung dari negara dan durasi waktu (booking) kencan para pria hidung belang. Semakin cantik dan molek tubuh PSK impor itu, akan semakin tinggi tarifnya. "Kalau ada yang pesan baru diturunkan dari mess. Messnya tidak jauh dari lokasi hiburan" ungkapnya.  Jasa PSK asing di kawasan ini terbilang eksklusif. Karena tidak di setiap tempat hiburan malam menyediakan wanita impor ini. Bahkan, tempat hiburan yang mempekerjakan mereka pun cukup selektif. "Mereka umumnya berwajah cantik dan rata-rata masing 18 hingga 25 tahun." pungkas YE.

Sumber : forumkeadilan.com


No comments: