Praktik Prostitusi Berkedok Panti Pijat di Batam

Panti pijat
Ilustrasi : Panti Pijat
Panti pijat esek-esek di Batam terus tumbuh bak jamur di musin hujan. Tidak saja di kota namun di pinggiran kota tidak sulit ditemui. Celakanya, panti pijat ini hanya kedok semata, faktanya, aktivitas di dalam tak ubahnya seperti tempat pelacuran.

Siapa saja bisa memuaskan syahwat dengan murah meriah. Panti pijat (massage) di Batam tak ubahnya lokasi prostitusi, para terapis nyatanya tak bisa memijat dan tak profesional. hanya beberapa saja, biasanya para terapis mulai menawarkan pijatan lain.

Lokasi massage tersebut juga tersebar merata, tidak hanya di lokasi bisnis Nagoya dan Jodoh bahkan juga berada di samping tempat ibadah, diwilayah pemukiman warga. Panti pijat ini tak bisa ditertibkan. Satpol PP pungg angkat tangan, beberapa kali penertiban namun masih saja beroperasi.

Patut diduga sejumlah aparat di Batam mendapat upeti, tak heran panti pijat yang tak ubah lokasi prostitusi itu hingga kini langgeng beroperasi.

Keberadaannya juga semakin bertambah, usaha panti pijat ini diperkirakan meraup untuk besar. Dengan bermodal para terapis-terapis nakal, puluhan juga diraup para pengusaha hitam. Celakanya lagi, lokasi ini menjadi sarang peredaran penyakit HIC/AIDS yang hingga kini belum ditemukan obatnya. Para PSK tak pernah mendapat bimbingan dari Dinas Kesehatan Kota Batam

No comments: