Sukses Tanpa Kuliah

sukses
Ilustrasi : Orang Sukses
Publik banyak menyoroti  kiprah keberhasilan dari Michael dell, Pengusaha komputer asal Texas, AS. Dell dikenal sebagai anak yang tidak manja dan bersandar pada kemampuan orang tuanya. Dia bahkan melawan kehendak orangtuanya yang menginginkan putranya menjadi dokter. Ketertarikan Dell terhadap komputer sudah terlihat sejak kecil. Namun baru pada usia 15 tahun dia mampu membeli komputer pertamanya Apple II, itupun dari hasil penjualan koleksi prngko kesayangannya. Komputer itulah yang dibongkar untuk dipelajari bagian-bagiannya dan dirakit kembali.

Sejak muda Dell juga sudah terbiasa bekerja. Dia tidak gengsi menjadi tukang cuci piring di restoran Cina atau berjualan koran. Penghasilannya itu kemudian diinvestasikan ke dalam saham logam mulia. Dengan modal sendiri itu pula, diusia 19 tahun dia memberanikan diri untuk memulai usaha dibidang pembuatan bernama PS'c Limited. Layak disebut pemberani karena dengan berbisnis dia sekaligus meninggalkan kuliah kedokterannya di University of Texas.

Keputusan Dell rupanya tepat. Bisnis yang didirikannya pada tahun 1984 dengan modal US$1.000 berkembang pesat bahkan menjadi salah satu yang tercepat pertumbuhannya di AS. Empat tahun kemudian perusahaan itu masuk bursa dan berubah nama menjadi Dell Computer Corporation hingga akhirnya DDell, Inc. Pada usia 23 tahun, Dell menjadi CEO termuda dalam daftar 500 CEO versi Fortune.

Selain Gates dan Dell, kisah drop out yang paling terkenal adalah Mark Zuckerberg, sang pendiri Facebook. Zuck juga tak ragu meninggalkan kuiahnya di Harvard pada tahun kedua karena melihat prospek facebook yang sangat cerah. "Aku bisa melakukannya lebih baik daripada yang mereka bisa dan saya dapat melakukan dalam seminggu," kata Zuck kepada majalah kampusnya pada saat ia memutuskan drop out.

Pada awalnya Zuck jatuh bangun dengan membuat dua situs pertemanan yakni CourseMatch dan Facemash. Ide Zuck soal direktori mahaiswa yang dijadikan situs ini pernah ditolak kampusnya sendiri. Pada saat membuat Facemash, Zuck malah nekat meretas data mahasiswa di kampusnya untuk dipajang di situs. Akibatnya, pihak kampuss memutuskan aliran internetnya.

Menyadari kesalahannya itu, Zuck kemudian memperbaikinya melalui facebook. Barulah di situs yang dibangunnya bersama Eduardo Saerin ini, visinya tentang situs jejaring sosial yang mendunia akhirnya terbukti. Semua itu dipadu dengan sifat pantang menyerah Zuck yang rupanya menjadi kunci keberhasilannya.

Dari berbagai sumber

No comments: